[Playlist-Fict] #52: Pertempuran Hati

 

#52: Pertempuran Hati

.

.

Detik menit berlalu

Engkau digoda engkau dirayu

Sampai ajal memanggil namamu

―NTRL (2007)

.

.

part of Playlist-Fict

.

.

Merahnya merah membuat jala sutra dalam tubuh Nikolas terbaring lemah hilang daya. Kesadaran pria itu dihasut untuk pergi. Iming-iming jalan keluar dari keraguan, justru kebimbangan yang melanda pria itu. Jiwanya duduk terdiam, diselimuti seribu tanda tanya. Ada apa, kenapa, mengapa. Otaknya dipaksa tidak berfungsi, sebab akal sehatnya dilepaskan sejenak oleh Dia tanpa ba-bi-bu. Dia ingin agar Nikolas menyelesaikan pertempuran dalam hati dengan hatinya sendiri. Tanpa campur tangan logika. Tanpa interferensi rasionalitas.

Intuisi dalam diri Nikolas berada di tepi jurang keraguan. Ia berpikir bahwa ia ada adalah tipu muslihat dari logika yang beralaskan keraguan. Kepastian yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri. Namun, logika berkelit bahwa intuisi kerap mudah tergoda. Lantas, kalau memang benar begitu berarti intuisi telah ditipu mentah-mentah oleh logika dan akal bulusnya selama ini.

Sesungguhnya sinema tanpa suara itu berputar di atas kepala pria itu tanpa ia pinta. Memuat seluruh momen sinematik nan nostaljik yang terjadi kepada Nikolas sepanjang hayat. Nikolas kecil yang diperjuangkan oleh ibu untuk melihat dunia. Nikolas kecil dibaptis oleh Paman Ben lantaran sang ayah yang tebal muka itu menelantarkan ibu dan Nikolas. Nikolas balita yang berlari lincah seperti kijang, tertawa renyah diikuti oleh sang ibu yang berlari mengitarinya. Nikolas yang dininabobokan oleh ibu. Tidak lupa sebelum pergi tidur, selalu dibiasakan untuk berdoa, berterimakasih kepada Dia atas segala karunia yang mereka terima setiap hari. Kecupan hangat di kening Nikolas oleh ibu.

Kemudian, sinema kehidupan Nikolas berangsur menanjak pada masa remaja. Nikolas dan ibu pindah ke pusat kota. Saat itu Nikolas berumur 14 tahun. Di sanalah segala awal dari permulaan. Nikolas terjerumus ke dalam lubang hitam tanpa ujung. Ia jadi suka mengabaikan ibu. Membuang jauh-jauh pemikiran ke sekolah setiap pagi dan malah berakhir berkumpul bersama orang-orang  dewasa yang memautkan kebenaran gila mereka kepada Nikolas remaja yang rentan terhasut.

Ia membiarkan dirinya digoda oleh ajal. Dipermaikan oleh rayuan kebenaran gila. Berteman dengan alkohol dan nikotin. Kegilaan yang merampas kesadarannya. Detik saat ia meninggalkan jalan yang seharusnya ia tempuh berlalu. Menit yang seharusnya ia terima sebagai kompensasi dosa ayah tololnya ikut berlalu bersama gelenyar remaja di tengah cumbuan yang gila.

Semuanya melewati Nikolas tanpa permisi diikuti sebuah peringatan manis dariNya. Dia tidak pernah melewatkan tiap detik untuk mengetuk pintu hati Nikolas yang tertutup untuk membuat sedikit celah. Detik menit berlari sebanyak tiga tahun. Di penghujung dua puluh, ajal memanggil nama Nikolas dengan sakti. Ia dihempaskan dari gedung berlantai sembilan tanpa ampun. Karena pertempuran ia bersama aparat. Menghindari timah panas, Nikolas justru memilih untuk terbang tenggelam, menghempaskannya dengan hebat sampai maut menjemput nyawanya.

Memang mungkin inilah saatnya ketika Nikolas akan jadi kenangan bagi tukang bakso di kantin sekolah. Kenangan bagi berandalan yang memecahkan mimpi-mimpi Nikolas. Kenangan untuk diceritakan dalam foto bagaimana Nikolas yang malang dipotret dengan sangat cermat agar mendapatkan gambar terbaik tentang dirinya. Maka itulah sebabnya pikiran Nikolas dbiarkan oleh Dia agar tetap terpaut. Tidak mencari tukang benci dalam diri Nikolas untuk menghentikan laju kasih sayang kepada dirinya sendiri oleh diri lamanya yang telah hilang. Kesedihan yang bernyanyi ingin Dia tiadakan agar Nikolas hanya selalu mencintai ibu dan dirinya sendiri tanpa kurang.[]


 

GUISEE MAAF SAYA JADI NGE-SPAM FEED WP KALIAN HAHAHA.

Advertisements

One Reply to “[Playlist-Fict] #52: Pertempuran Hati”

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.