[Ori-fict] Kemacetan Tercinta

January 2018©

“Kemacetan ini terbentang antara

hati yang kusut dan pikiran yang ruwet.

Kamu dan negara sama-sama mumet.”

 

Kemacetan Tercinta (2014)

 .

.

.

            Detik menit membawa laju sang waktu memeluk angka sembilan lewat sembilan, malam hari. Senja menggelincir terlalu dalam, diliputi oleh balutan hujan gerimis yang turun dengan sederhana. Ia berada di jalan menuju rumahnya, atau lebih tepat, terjebak di jalan menuju rumahnya. Mendadak ia bentangkan bunyi klakson berkali-kali, hanya agar ia tak lekas menjadi seorang yang merasa sendirian di tengah kemacetan ini.

            Saat bulan dan bintang menggelantungi angkasa Jakarta yang biru sepi, ia teringat seseorang yang selalu menantinya di rumah. Ibu. Ia teringat pelukan atau tepukan hangat yang sekedar dari ibu. Serta, omelan khas seorang ibu ketika mendapati puteranya pulang terlambat.

                “Bu, hujan sedikit reda. Kopi apa yang paling nikmat untuk diminum saat ini?”

            “Kopi yang diseduh dengan hati yang penuh, sedikit rindu akan membuatnya gurih.”

            Ibunya menjawab. Ia tergagap. Demi kopi dan sambutan hangat ibu, ia rela menerobos kesendirian yang menjebak tiap insan di dalam kendaraan yang bergumul dengan kenangan yang tidak pernah diundang dan merelakan diri menua di jalan. Malam yang semakin dingin izin memberi salam, gerimis yang sederhana berubah menjadi premier. Ibu yang diingatnya sudah lama tertidur.[]

 


terinspirasi dari Buku Latihan Tidur, Kumpulan Puisi JOKO PINURBO (2017)

Advertisements

One Reply to “[Ori-fict] Kemacetan Tercinta”

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.