[Ori-fict] blanc et noir

 

photo credit to Pinterest

February 2018©

.

.

Tanpa berharap awal dari sebuah akhir akan membuatnya tenggelam di antara batas putih ataupun hitam.

.

.

Riak pada permukaan kaca yang dingin menampilkan wajah gadis lugu yang berselimut kelabu. Ia menghijrahkan tatapannya pada kedua lengan kurus yang menggantung di badannya. Seraya mengangkat keduanya untuk memeluk tubuhnya sendiri. Menekan pengap di dada yang menusuk ulu hatinya sendiri. Berharap jika dekapan ini mampu membumihanguskan hampa yang berteriak di dalam hatinya. Hampa yang berkata bahwa hidup yang dimilikinya takkan seperti pelangi yang mewarnai lelangit kala hujan reda. Berkata bahwa pandangan tentram yang ia punya takkan membawa langkah kakinya ke mana-ke mana. Ia akan tetap dipaksa tinggal membusuk bersama angan-angan hampa yang menodai langit malam.

Tanpa berharap awal dari sebuah akhir akan membuatnya tenggelam di antara batas putih ataupun hitam.[]

Advertisements

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.