[Playlist-Fict] #57: Sing Me

original photo credit here

February 2018©

.

Sing me, remember me, so that I could last forever — DAY6 (2016)

.

Morning Glory: Kim Jongdae x Park Soonyoung#41: LOVE LOST#48: Lights Go Out

Part of Playlist-Fict

.

Petang menyusupi jalanan di jantung pusat kota London dan Soonyoung masih belum bangkit dari selimut tebal yang membungkus badan mungilnya. Matahari musim dingin yang tampak seperti selembar keripik kentang menggantung di awan yang kelabu. Sinarnya terhalang awan yang sedang galau. Segalau kondisi badan gadis Park itu yang terkena demam musim dingin.

Beberapa lembar tisu yang dinodai cairan lengket berwarna hijau muda menyembul di berbagai sudut kamar flat super minimalis si perempuan muda. Ia meringis, karena pinggiran lubang hidungnya yang terasa perih akibat gesekan terlalu keras saat membuang ingus. Karena demam dan flu berat juga, gadis itu dengan berat hati membatalkan jadual latihan teater hari ini.

Pertunjukkan tinggal sebulan lagi, tapi aku malah drop begini.

Tidak ada yang dapat mengalahkan besarnya rasa cinta Park Soonyoung terhadap teater. Namun, tidak setelah pemuda pengantar susu yang super ceria itu memboikot posisi teater dari hati terdalamnya. Entah bagaimana bisa Soonyoung begitu memendam begitu banyak rasa sayang terhadap pemuda itu. Kalau yang kalian maksud itu cinta, benar, ia datangnya sangat tiba-tiba dan selalu dengan tanpa tujuan yang jelas. Tetapi, untuk destinasi yang abu-abu, Soonyoung rela menelusuri di mana akhirnya, atau bahkan tanpa akhir sekalipun ia dengan senang hati akan mengikutinya. Asalkan ada Jongdae, semuanya oke.

Plak!

“Arrghhh! Park Soonyoung bodoh!”

Perkara soal asalkan ada Jongdae, semuanya oke yang terbang di atas kepalanya Soonyoung usir dengan pukulan keras. Alhasil, ia melihat mata kebanggan London yang berputar dengan anggun di pinggir sungai Thames nangkring di atas kepalanya. Mau itu rindu, dendam, piutang, warisan, kalau ditanggung sendiri memang kepalang berat. Biar adil dibagikan saja. Soonyoung merasa pipinya sudah semerah saus tomat pada semangkuk fish chips Paman Ed.

Kemudian, seperti orang yang sehat dan melupakan meriang yang mencambuk tubuh perempuan muda itu sejak petang kemarin, ia bangkit dengan cepat. Benar-benar melupakan demam dan flu, tentu saja pemicunya si pemuda susu itu. Buru-buru ia mengambil ponsel yang terhubung dengan port charger di bawah lampu tidur. Ponsel persegi berwarna putih susu ditaruh di atas dada. Jantung gadis itu mendadak loncat-loncat kegirangan juga ketakutan.

Astaga, aku sangat norak. Padahal hanya menelepon, tetapi mendengar suaranya menempel di telingaku itu rasanya terlalu, wuahhhh.

Soonyoung menggeliat seperti Larva kuning yang melihat makanan di depannya. Kekuatan dari rindu itu sungguh hebat dan juga aneh. Mengabaikan suara, napas, sumbatan pada hidungnya, Soonyoung masih saja ingat pemuda yang dengan apik selalu memastikan susu yang diantar bukan susu sapi mengingat gadis itu alergi dengan protein sapi. Masih ingat dengan tingkah kikuk dan suara tawanya yang renyah. Bahkan jika mereka menghilang, tidak ada jalan keluar yang membawa mereka pergi selain ingatan gadis itu tentang segala yang ia ingat dari pria bernama Kim Jongdae.

“Oke, lakukan dengan baik dan senatural mungkin, Soonyoung. Ini hanya Jongdae lho.” pesannya terhadap diri sendiri.

Gadis itu mengangguk. Lalu dengan sungguh-sungguh, ia mengontak nama Jongdae yang tersimpan di ponselnya. Selagi menanti suara seringan gerimis yang mulai turun di London sore yang agak terlambat menjawab, Soonyoung berdoa dalam hati agar dirinya tetap bersikap normal seperti biasanya.

Namun, tiba-tiba wajah gadis itu membeku seperti es bergelantungan di pangkal ranting-ranting pohon ek di depan flatnya. Mendadak warna wajahnya berubah menjadi lebih keruh daripada dasar lumpur yang tercipta saat hujan datang. Dan, sehabis ini Soonyoung pun membanting ponselnya dengan kasar ke atas karpet. Sepertinya soal apakah Jongdae mengingatnya bukan perkara yang utama lagi.

***

***

***

“Maaf, saldo pulsa Anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini.”

***

***

Kata Park Soonyoung yang selalu ingat suara dan bahkan sobekan di ujung kemeja kotak-kotak kebanggan Jongdae, tetapi melupakan saldo pulsanya sendiri yang tinggal sebutir telur angsa.[]

Advertisements

6 Replies to “[Playlist-Fict] #57: Sing Me”

  1. AAA KENA TIPU … PULSA PALSU …
    /No
    Haiiii xianku aku udh geregetan waktu liat tag otp jadul kesayangan ini, kutunggu2 momen romantisnya ternyata PULSA MBAK SUNYOUNG HABIS
    end of story.
    Di telepati aja mbak kali ditelepon duluan Ama yg onoh *ekspektasi
    Suka ih ttp lucu kalo baca sundae mah.
    Keep writing Xian, awas kepeleset typo!

    Liked by 1 person

  2. Xiaaannn,, ini awalnya manis-manis kek gulali tapi endingnya krik krik kayak kripik gitu masa,
    Ya ampun mbak luna, makanya pulsa harus dicek sering2, beli noh di konternya cik amber. Atau ngga pake pulsa prabayar biar ga kejadian kek gitu.
    Nice writing xian, malem2 terhibur baca ini.

    Like

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.