[Ori-fict] Labirin

source photo here

Aku terus berjalan. Tanpa arahan.

April 2018©

.

.

.

Tersesat adalah alokasi peristiwa untuk mengungkapkan sisi tersembunyi yang ada pada diri manusia. Ketika langkah sepatu lusuh mengikuti jalan setapak hanya muat disusuri satu orang dewasa, aku yakin bahwa sesuatu yang tersembunyi dalam diriku akan ikut keluar untuk mencarikan jalan untuk diriku. Tentu saja yang dapat membantuku hanya diriku sendiri. Tidak ada tangan orang lain selain tangan berisi nan kumal yang memeluk badan sendiri, mengusir angin dingin galau yang seenak jidat menyerang. Tidak ada seruan perempuan tua yang selalu menghardik tukang pos setiap parkir di depan rumah si perempuan karena selalu menghancurkan pot tanaman kesayangannya.  Tidak ada lagi interupsi matahari siang bolong yang mengintip di celah-celah rumah kayu Paman Han yang kerap menganggu waktu tidur siang miliku. Tidak ada lagi. Ya, tidak ada gangguan semacam itu lagi. Yang ada malah gangguan yang mencekam, ancaman yang tidak dapat terdeteksi.

Malam yang panjang turun. Aku terus berjalan. Tanpa arahan. Di dalam labirin.[]

Advertisements

2 Replies to “[Ori-fict] Labirin”

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.