[Ori-Fict] Through Engraving Memory

photo-1526116977494-90748acc0cad

original image source here

October 2018©

.

.

sebermula adalah kata

baru perjalanan dari kota ke kota

demikian cepat

kita pun terperanjat

waktu henti ia tiada

Dalam Bis, Sapardi Djoko Damono

Perjalanan menyusuri lengan kurus matahari sore membuat langit ikut bergoyang ke sana-ke sini. Ke mana wajah di kaca jendela bis bercorak hijau itu merenung? Kota-kota yang telah ia telusuri tanpa jejak? Atau, mengucapkan sayonara kepada dirinya sendiri yang payah di masa lalu? Memang bukan riak yang bisa ia lihat dari danau kering yang memandang marah ke cakrawala senja, melainkan puluhan mata penuh pengharapan yang dahulu memenjarakannya di balik jeruji kata tanpa makna.

Perjalanan dengan menyusuri keheningan terarah menuju terowongan waktu. Ke mana rindu di dalam pelukan secangkir kopi tubruk yang terakhir ia sesap sebelum meninggalkan Malioboro? Nikmat nasi gudeg yang menjelma harta karun bagi juru digesti di tubuhnya? Atau, menutup kancing jarak tentang janjinya yang akan kembali ke tempat sebermula manakala terperanjat pada waktu yang terhenti? Meski kau tahu bahwa demikian lekas ia menunaikan ibadah puisi bukan untuk dirinya, melainkan untuk menerangi ruang pertapaan musim semi agar ia bisa kembali menemanimu menyusuri sebilah gang kecil di Sewon yang diselimuti kenangan berbahaya yang dahulu kerap menjadi rumah tanpa atap bagi perasannya.[]

Advertisements

Escape your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.